SULUT,ManadoTEMPO — Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga pembelajar demokrasi melalui penyelenggaraan kegiatan Bawaslu Membelajarkan, sebuah program inovatif peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengawas pemilu. Kegiatan ini dilaksanakan pada 15–17 Desember 2025 di Hotel Peninsula, Manad
Program Bawaslu Membelajarkan dirancang sebagai ruang integrasi antara praktik pengawasan pemilu, refleksi kelembagaan, dan pengembangan pengetahuan berbasis riset serta pengalaman empiris. Tidak sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini menempatkan pengawas pemilu sebagai subjek pengetahuan yang aktif membangun gagasan, konsep, dan rekomendasi kebijakan strategis kepemiluan.

Salah satu daya tarik utama dalam kegiatan ini adalah dibukanya Bawaslu Corner, sebuah ruang literasi kepemiluan yang menampilkan berbagai buku terbitan Bawaslu RI. Bawaslu Corner menjadi simbol transformasi Bawaslu dari lembaga pengawas administratif menuju pusat pengetahuan pengawasan pemilu.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota Bawaslu RI, Dr. Herwyn J. H. Malonda, mempublikasikan sejumlah buku yang merupakan hasil kerja pengawasan pemilu, refleksi kelembagaan, serta kajian regulatif dan teoritik kepemiluan. Karya-karya ini disusun dari pengalaman langsung pengawasan Pemilu 2024, dikombinasikan dengan analisis akademik yang mendalam, dan diarahkan untuk menjadi rujukan strategis dalam perumusan kebijakan Bawaslu ke depan.
Adapun buku-buku yang dipamerkan dan dipublikasikan antara lain mengangkat tema:
Mewujudkan Bawaslu yang Independen: Tantangan dan Harapan
Catatan Pengawasan Logistik Pemilu 2024
Bawaslu di Tengah Era Big Data
Kinerja Pengawas Pemilihan Umum
Aksesibilitas Pengawasan Pemilu: Teknologi Asistif untuk Partisipasi Politik Penyandang Disabilitas
Mengawal Suara Rakyat: Dokumentasi Kinerja Pengawas Ad Hoc Pemilu 2024
Menjaga Suara di Tanah Seberang: Penguatan Kapasitas Pengawas Pemilu di Luar Negeri
Merajut Kapasitas Pengawas Pemilu: Upaya Penguatan SDM Bawaslu
Melatih Garda Demokrasi
Pengukuran Kinerja Pengawas Pemilu: Urgensi dan Tawaran Pilihan Metode
Buku-buku tersebut mencerminkan pergeseran paradigma pengawasan pemilu, dari sekadar tindakan reaktif menjadi pengawasan berbasis data, pembelajaran, inklusivitas, dan evaluasi kinerja yang terukur. Seluruh karya tersebut juga memperlihatkan bagaimana praktik pengawasan diolah menjadi pengetahuan institusional yang dapat diwariskan lintas generasi pengawas pemilu.
Melalui Bawaslu Membelajarkan dan kehadiran Bawaslu Corner, Bawaslu RI menegaskan arah transformasinya sebagai lembaga yang tidak hanya mengawasi pemilu, tetapi juga membelajarkan demokrasi, memperkuat integritas, dan menyiapkan fondasi keilmuan bagi tata kelola pengawasan pemilu Indonesia yang lebih adil, modern, dan berkelanjutan.
(Desi/**)
