SULUT, ManadoTEMPO -Pengawasan yang baik menjadi salah satu strategi mewujudkan koperasi yang sehat dan berkelanjutan. Pengawasan itu berupa pengawasan internal sesuai regulasi perkoperasian maupun pengawasan eksternal oleh otoritas di luar lembaga koperasi.
Guna memperkuat peran serta anggota dan partisipasi aktif masyarakat, maka Kementrian Koperasi dan UMKM RI melalui Dinas Koperasi dan UMKM Sulut menggelar Forum Tematik Pengawas Koperasi Desa/Kelurahan merah putih berbasis Partisipasi Anggota Masyarakat di Hotel Aston Manado 17-18 Desember 2025

Kepala Bidang Pengawasan Koperasi dan UMKM Sulut, selaku ketua panitia, Conny Timporok, SPd.MSi dalam laporanya menyatakan bahwa, kegiatan ini dilaksanakam dalam upaya efektifitas dan tranparansi dalam pengelolaan koperasi merah putih dimana diharapkan dapat membangun partisipasi aktif dari anggota Koperasi dan masyarakat sekitar dalam menjaga agar koperasi berjalan sesuai dengan prinsip koperasi yang sehat dan berkelanjutan.
” Pengawasan berbasis partisipasi ini diharapkan dapat memperluas kontrol sosial masyarakat dan meningkatkan kesadaran anggota Koperasi serta masyarakat mengenai pentingnya peran mereka dalam kemajuan koperasi,” ucap Conny Timporok.

Menurutnya tujuan dari kegiatan Forum Tematik ini agar ada pemahaman anggota Koperasi serta masyarakat tentang arti pentingnya pengawasan koperasi, serta mendorong partisipasi anggota dan masyarakat dalam melakukan pengawasan terhadap pengelolaan koperasi.
Tambah Conny, Forum ini juga diharapkan memperkuat jaringan antara pengurus koperasi dan masyarakat dalam rangka menjaga transparansi dan akuntabilitas serta menyusun rekomendasi untuk perbaikan dan pengembangan pengawasan Koperasi yang lebih efektif.
Peserta forum berasal dari unsur pengurus dan pengawas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, elemen masyarakat, koperasi mahasiswa, media, serta masyarakat.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Deputi Bidang Pengawasan perwakilan Kementerian Koperasi RI , Windy Novita Rauf.
Dalam kesempatan ini Windy menyatakan bahwa dipilihnya Sulut karena selain memiliki karateristik kekayaan budaya, juga merupakan bentuk tanggungjawab Moril sebagai Putri Sulut, dimana ada harapan masyarakat yang dititipkan.
” Hutang besar bagi saya jika bisa menggerak ekonomi lewat koperasi. Kami ingin masyarakat maju. Mari bangun Sulut dengan Program Koperasi” ajaknya
Dirinya pun mendorong agar warga Sulut bergabung menjadi anggota Koperasi yang ada disetiap desa dan Kelurahan .
” Semangat Pak Presiden Prabowo agar masyarakat sejahtera bisa mendorong kita semua menjadi bagian anggota Koperasi,” ucapnya.
Windy Rauf berharap agar kegiatan ini dapat mendorong terbangunnya sinergi lintas sektor dalam pengawasan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan koperasi desa yang transparan, profesional, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat desa dan kelurahan.
” Kami berharap bapak/ibu yang hadir dapt sama sama berpartisipasi secara aktif dalam melakukan pengawasan pengelolaan Koperasi.intinya semua disiapkan, lahan ada dibangun, bahkan juga modal dibantu. Jangan sia sialan kesempatan ini,” tandasnya.
Dirinya juga mengurai secara singkat perjalanan atau lahirnya koperasi dengan berbagai dinamika dan tantangan yang dihadapi.
” Saat ini sudah terbentuk 83.700 Koperasi merah putih , namun yang menjadi anggota masih sedikit. Kami harapkan agar semua warga masuk jadi anggota Koperasi. Termasuk bapak/ibu yang hadir saat ini,” tegasnya.
Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulut, Jahya Gultom Momongan menyampaikan terima kasih kepada Kementrian Koperasi terutama yang memilih Sulut sebagai lokasi pelaksaaan kegiatan dari 10 Propinsi pelaksaaan.
Jelas Jahya,sampai saat ini sudah 1.838 Koperasi Desa / Kelurahan yang ada koperasi merah putih dari jumlah 1839 Desa; karena ada dua desa di Boltim yang penduduknya tidak lebih dari 500, sehingga di gabung.
Saat ini jelasnya kendala yang dihadapi masih minim anggota bergabung dalam koperasi, padahal tahun depan semua bantuan PKH, BLT akan disalurkan lewat Koperasi. Untuk itu Jahya mengajak semua warga masyarakat di Sulut masuk menjadi anggota Koperasi merah putih .
3 Nara sumber handal dihadirkan yakni dari Bappenas, Ibi.Gusti Rosvia Wardhani, dari Kejati Sulut, Ass intel Eri Yudhianto SH.MH dan Praktisi Koperasi DR. Indo Yama Nasarudin.
Terpantau para peserta sangat antuasi menyampaikan pertanyaan bahkan saran.
Menariknya acara ini dibuka dengan tarian Kabasarn, untuk.mengangkat budaya Daerah Sulut terlebih dalam menyambut tamu.
(Deasy Holung)
