Hadapi Pemilu 2029, Bawaslu RI Perkuat SDM Pengawas

oleh -1302 Dilihat
oleh
Koordinator Divisi SDM, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan Bawaslu RI , DR.Herwyn Malonda

 

SULUT, ManadoTEMPO – Dalam upaya meningkatkan jajaran kemampuan sumber daya manusia atai Jajaran Bawaslu yang memiliki berbagai kemampuan dan ketrampilan melaksanakan kegiatan yang bertajuk ” Bawaslu Membelajarkan Penguatan Kapasitas Seluruh SDM Bawaslu ” di Hotel Sintesa Peninsula Manado mulai 16-18 Desember 2025.

Kegiatan yang dipusatkan diKota Manado Propinsi Sulut di ikuti oleh Seluruh jajaran Bawaslu baik hadir langsung maupun Zoom Meeting.

Salah satunya upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dengan cara menggelar pendidikan dan pelatihan untuk jajaran Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota, dalam rangkaian kegiatan “Bawaslu Membelajarkan”, yang sudah digelar di Sumatra Utara, Bali, dan Sulawesi Utara.

DR.Herwyn Malonda saat diwawancarai disela sela giat

Kepada Sejumlah wartawan Anggota Bawaslu RI, Herwyn JH Malonda, dalam keterangannya, menjelaskan Pengawas pemilu dia bekerja tidak sekedar merespon segala sesuatuatau tidak reaktif tapi pengawas yang ideal bertindak melaksanalan tugas pengawas berdasrkan basis regulasi dan berdasarkan basis pengetahuan. Pengetahuan ini bisa diambil dari teori yang ada dan informasi yang akurat dari nara sumber yang kompoten dan pengalaman prakterk baik yang dilaksanakan.
” Tugas bawaslu tetap melakukan proses peningkatan kapastitas dalam bentuk upgrade kemampuan ketrampilan, supaya nanti akan ready jika dibutuhman dalam tugas pengawasan dalam peningkataman kapasitas bagian ini bagian bawaslu utnuk saling membelajarkan sesama bawaslu propinsi dan kab /kota juga pihak.lain,” ujar Herwyn, Selasa 16 Desember 2025.

10 Buku karangan Herwyn Malonda yang dipajang di Corner Bawaslu

Tambah Herwyn, lewat kegiatan ini diharapkan dapat mempersiapkan jajaran Bawaslu dalam melaksanakan tugas pengawasan menghadapi tahapan awal pemilu 2029.
” Karena materi ada yang terkait teknis ,tapi ada banyak hal juga substansi Filosofis. perlu ada demokrasi yang substansial dilaksanakan dengan Pemilu yang berintegritas .Ini tahapan terakhir setelah Medan dan Bali,” jelasnya.

Menururnya kegiatan ini merupakan bentuk Komitmen bawaslu melakukan pembekalan, termasuk hari ini melaksanakan penguatan internal kelembagaan bawaslu menghadapi
terkait humas, terkait sejarah bawaslu dan transformasi bawaslu.

Dia menyebutkan, dari 3 rangkaian kegiatan Bawaslu Membelajarkan, topik-topik sentral yang dibahas yakni pertama terkait kapasitas konseptual jajaran Bawaslu memproduksi Indeks Kerawanan Pemilu, memetakan resiko sebagai bagian daritanggung jawab melakukanpengawasan yang tidak sekedar reaktif,tetapiterencana mulai dari awal.

“Kemudian persoalan digitalisasi. Disitu kami diperkuat terkait dengan bagaimana kesiapan Bawasu untuk mencari bukti data digital atau misalnya terkait dengan forensik digital. Dan yang paling penting adalah (9:31) quo vadis Bawaslu. Apa dan bagaimana Bawasu ke depan,” sambungnya memaparkan.

Di samping itu, Herwyn juga mengungkapkan transformasi Bawaslu dari masa ke masa, mulai dari praktik reformasi hanya sebagai Panwaslak, kemudian menjadi Panwaslu yang bersifat adhoc di bawah kelembagaan Komisi Pemilihan Umum (KPU), hingga akhirnya menjadi lembaga permanen pada 8 April 2008.

“Mudah-mudahan ini bagian dari refleksi pengalaman Bawaslu yang sudah melaksanakan Pemilu dan Pemilihan, terutama menyangkut Pemilu 2019-2024 (yang memakai) UU 7/2017, dan mulai 2015 (ada Pilkada yang pelaksanaannya serentak dengan merujuk) UU Nomor 1/2015 yang diubah menjadi UU 8/2015, UU 10/2016 dan UU 6/2020,” urainya.

Oleh karena itu, sejarah Bawaslu tersebut menjadi satu rangkaian refleksi yang dikaji secara internal, sebagai bagian dari bentuk tanggung jawab moral dan institusional kelembagaan dalam mempersiapkan jajaran pengawas pemilu yang akan berganti menuju Pemilu 2029.

Koordinator Divisi SDM, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan Bawaslu RI ini menambahkan., pembelajaran ini sebenarnya akan berkelanjutan, tidak sekedar pembelajaran yang aksidental, tapi konsistensi kita untuk pelaksanaan ini.

Menariknya dalam giat ini juga disiapkan Corner Bawaslu yang berisikan buku buku terkait pengawasan kepemiluan dan juga pelaksanan keguatab kepemiluan.
” Ada 10 buku yang sudah saya buat, semua tugas yang kami lakukan dituangkan dalam buku buku ini, berharap menjadi referensi bagi penyelenggara saat ini dan kedepab bahkan membuka jendela informasi bagi masyarakat luas,” ujar Herwyn anggota Bawaslu RI dari Sulut saat ditemui di Manado.

(Deasy Holung)