Evaluasi Akhir Tahun, Pj. Sekprov Sulut Tekankan Konvergensi dan Validitas Data Atasi Stunting

oleh -1718 Dilihat
oleh

ManadoTEMPO-Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) kembali menegaskan komitmen kuatnya dalam upaya percepatan pencegahan dan penurunan angka stunting. Fokus utama saat ini diarahkan pada penguatan konvergensi lintas sektor serta memastikan validitas data yang terintegrasi sebagai basis penanganan.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Gallang, S.IP, MM, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana Daerah (Dukcapil-KB) Provinsi Sulut. Hal ini mengemuka pada Rapat Pelaporan Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPPS) Semester II Tahun 2025, di Hotel Grand Puri Manado, Kamis 18 Desember 2025.

Pj. Sekprov menilai rapat ini sebagai momentum krusial untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja percepatan penurunan stunting sepanjang Tahun Anggaran 2025.

Ia menyebut kegiatan ini juga sebagai bagian dari penguatan tata kelola pembangunan yang akuntabel dan berorientasi pada hasil nyata.
Menurut Tahlis, stunting merupakan tantangan fundamental dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Utara. Oleh karena itu, penanganannya mutlak membutuhkan pendekatan yang terpadu dan berkelanjutan, tidak bisa dilakukan secara parsial.

Sebagai dasar penguatan konvergensi program, Pemprov Sulut telah menindaklanjuti amanat Perpres Nomor 72 Tahun 2021 dengan menerbitkan Keputusan Gubernur Sulawesi Utara Nomor 255 Tahun 2025 tentang Pembentukan TPPPS.

Dalam arahannya, Pj. Sekprov menguraikan lima fokus utama yang harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan ke depan:

* Penguatan sinergi lintas sektor.
* Peningkatan validitas data yang spesifik hingga tingkat individu (by name by address).
* Efektivitas dalam perencanaan dan penganggaran.
* Percepatan intervensi yang tepat sasaran.
* Penguatan mekanisme monitoring dan evaluasi.

Rapat strategis ini dihadiri oleh jajaran Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Provinsi Sulawesi Utara, para kepala perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Utara, tenaga ahli stunting, serta berbagai pemangku kepentingan terkait lainnya.
(tonnymait)