ManadoTEMPO—Dibawah Kepemimpinan Gubernur Sulut Yulius Servanus dan Wagub Victor Mailangkay, sebanyak 36.274 penduduk memilih Sulawesi Utara sebagai rumah baru pada Semester I Tahun 2025, menunjukkan arus pindah masuk yang kuat dan semakin menegaskan posisi provinsi ini sebagai salah satu tujuan utama migrasi internal di Indonesia.
Data ini berasal dari Dukcapil–KB Provinsi Sulawesi Utara dan merefleksikan persepsi masyarakat terhadap Sulut sebagai wilayah yang aman, ramah, serta penuh peluang di berbagai bidang kehidupan.
Fenomena migrasi tersebut sejalan dengan data statistik nasional yang menunjukkan bahwa Sulawesi Utara memiliki angka migrasi relatif positif dibanding banyak provinsi lain di Indonesia. Menurut data Sensus BPS 2020, persentase migrasi total di Sulawesi Utara mencapai sekitar 8,03 per 100 penduduk, lebih tinggi dibanding beberapa wilayah lain di Pulau Sulawesi.
Peningkatan arus penduduk juga dikaitkan dengan perbaikan kualitas hidup di Sulawesi Utara. Laporan BPS Sulut menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) provinsi ini mencapai 76,32 pada tahun 2025—naik 0,64 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Seluruh dimensi pembentuk IPM, meliputi harapan hidup, pendidikan, dan standar hidup layak, mengalami perbaikan.
Kondisi ini menjadi daya tarik bagi penduduk dari luar daerah yang mencari kesempatan hidup lebih baik, akses pendidikan yang meningkat, serta kondisi kesehatan masyarakat yang semakin baik.
Di sisi ekonomi, pemerintah daerah aktif mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui optimalisasi pengelolaan sumber daya alam dan pengembangan sektor pariwisata. Menurut pernyataan Gubernur Sulawesi Utara, strategi ini ditujukan untuk memperkuat perekonomian lokal dan menciptakan lebih banyak kesempatan kerja bagi penduduk baru maupun lama.
Selain itu, kinerja neraca perdagangan provinsi sepanjang tahun 2025 menunjukkan surplus, dan nilai ekspor meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya, yang turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi regional.
Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara juga menjadi faktor pendukung citra positif Sulawesi Utara. Data pariwisata yang dirilis BPS Sulut mencatat kenaikan jumlah kunjungan wisman pada beberapa periode di 2025, menunjukkan bahwa Sulut semakin dikenal sebagai destinasi wisata global.
Mobilitas penduduk melalui moda transportasi laut dan udara yang meningkat turut memperlihatkan dinamika sosial dan ekonomi yang lebih aktif di wilayah ini.
(*/tonnymait)
