ManadoTEMPO-Prestasi Vicky Tahumil Junior yang mengamankan medali emas satu-satunya bagi Indonesia di cabang tinju SEA Games Bangkok dinilai sebagai momentum strategis bagi kebangkitan tinju Sulawesi Utara menjelang PON Bela Diri 2026 mendatang.
Ketua Umum KONI Sulut Jerry Waleleng, menyebut capaian tersebut bukan hanya kebanggaan daerah, tetapi juga modal psikologis penting bagi para atlet tinju Sulut yang akan memasuki tahapan Training Center (TC) luar daerah pada awal Januari 2026.
Menurut Waleleng, keberhasilan Vicky Tahumil Jr bersama dua medali perunggu yang turut diraih petinju Sulut di ajang Asia Tenggara itu menunjukkan bahwa pola pembinaan tinju Sulut berada di jalur yang tepat.
“KONI Sulut memberikan penghargaan tinggi atas kerja keras atlet dan tim. Prestasi ini harus diterjemahkan menjadi motivasi bagi petinju lain untuk meningkatkan kualitas latihan menjelang PON Bela Diri,” tegas Waleleng.
Ia menekankan bahwa proses seleksi menuju PON Bela Diri akan dilakukan secara ketat dan objektif, sehingga hanya atlet dengan kesiapan menyeluruh yang akan diberangkatkan mewakili Sulawesi Utara.
“Yang dibutuhkan bukan sekadar nama besar, tetapi atlet yang paling siap bertanding dan membawa hasil terbaik untuk daerah,” tambahnya.
Tiga petinju Sulut yang turun di SEA Games telah kembali ke Manado pada Senin 22 Desember 2025. Kedatangan mereka disambut antusias, khususnya Vicky Tahumil Junior yang mendapat sambutan meriah melalui arak-arakan keliling kota sebagai bentuk apresiasi masyarakat.
Didampingi ayahnya, Vicky Tahumil, sang peraih emas juga melakukan kunjungan ke Kantor KONI Sulut dan diterima langsung oleh Sekretaris Umum Magdalena Wullur bersama jajaran pengurus KONI Sulut pada Senin sore 21 Desember 2025.
(tonnymait)
