Natal di Katedral Manado, Menag Tegaskan Sulut Garda Depan Harmoni Beragama

oleh -1958 Dilihat
oleh

ManadoTEMPO-Perayaan Natal di Gereja Katedral Hati Tersuci Maria, Manado, Rabu malam 24 Desember 2025), menjadi panggung penegasan komitmen negara terhadap kerukunan umat beragama. Menteri Agama RI Nasaruddin Umar hadir langsung dan menyampaikan pesan tegas: tidak ada ruang bagi intoleransi di Indonesia.

Disambut Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC dan Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay, Menag berbaur bersama ribuan umat Katolik yang memenuhi gereja. Dalam suasana Natal yang khidmat, Menag menyebut Sulawesi Utara sebagai wilayah yang selama ini berhasil menjaga keberagaman bukan sekadar sebagai slogan, tetapi sebagai praktik hidup sehari-hari.

Menurutnya, makna Natal melampaui ritual keagamaan. Perayaan ini, kata Menag, adalah pengingat bahwa nilai iman harus diwujudkan dalam sikap saling menghargai, kepedulian sosial, serta keberanian menolak segala bentuk diskriminasi atas nama apa pun.

“Kerukunan tidak lahir dengan sendirinya. Ia dirawat lewat keteladanan, dialog, dan keberanian untuk berdiri di sisi kemanusiaan. Sulawesi Utara telah membuktikan itu,” ujar Menag dalam pesannya kepada umat.

Menag juga menekankan bahwa persatuan bangsa hanya dapat dijaga jika setiap kelompok agama merasa aman, dihormati, dan dilindungi oleh negara. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat jejaring kebersamaan lintas iman.

Uskup Manado Mgr. Rolly Untu menyambut baik kehadiran Menteri Agama. Ia menilai langkah tersebut sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah tidak sekadar hadir secara administratif, tetapi juga secara moral dan spiritual dalam menjaga kehidupan beragama yang damai.

“Kami merasakan kehadiran negara yang berjalan seiring dengan Gereja dan masyarakat dalam merawat persaudaraan,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Utara Ulyas Taha. Ia menyebut budaya saling menghormati yang mengakar di Sulut menjadi modal utama menjaga stabilitas sosial di tengah kemajemukan.

Perayaan Natal di Katedral Manado turut dihadiri pimpinan Kementerian Agama RI, para rektor perguruan tinggi keagamaan, serta tokoh masyarakat lintas agama.

Kehadiran Menteri Agama dalam perayaan Natal ini mempertegas posisi Sulawesi Utara sebagai contoh nyata kerukunan nasional, sekaligus mengirim pesan kuat bahwa toleransi bukan pilihan, melainkan fondasi utama kehidupan berbangsa.

(tonnymait)