Gubernur Yulius Tuntaskan Revitalisasi Destinasi Wisata Sulut, Sumaru Endo Rampung Desember 2025

oleh -4330 Dilihat
oleh

ManadoTEMPO, Minahasa-Pariwisata bagi Sulawesi Utara (Sulut) tidak lagi diposisikan sekadar pelengkap pembangunan, melainkan sebagai identitas daerah sekaligus pengungkit ekonomi masyarakat. Perspektif inilah yang menjadi dasar langkah Gubernur Sulut Yulius Selvanus dalam membenahi dan menghidupkan kembali sektor pariwisata di Bumi Nyiur Melambai.

Dengan kekayaan alam, bentang laut, kawasan pegunungan, hingga destinasi religi yang tersebar di berbagai wilayah, Sulawesi Utara memiliki modal kuat untuk bersaing di tingkat nasional. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, sebagian objek wisata mengalami degradasi kualitas akibat keterbatasan perawatan dan pengelolaan, yang berdampak langsung pada kenyamanan serta minat kunjungan wisatawan.

Memasuki era kepemimpinan Yulius Selvanus, arah pembangunan pariwisata mulai digeser ke pendekatan yang lebih nyata dan terukur. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menempatkan pariwisata sebagai sektor prioritas dengan fokus pada peningkatan fasilitas, aspek keselamatan pengunjung, serta keterlibatan masyarakat sebagai penerima manfaat utama.

Langkah awal diwujudkan melalui penataan Kawasan Wisata Religi Bukit Kasih Kanonang di Kawangkoan. Kawasan yang selama ini dikenal sebagai simbol toleransi dan persatuan umat beragama tersebut kini tampil lebih rapi, aman, dan representatif. Perbaikan infrastruktur dan fasilitas pendukung menjadikan Bukit Kasih kembali layak sebagai destinasi unggulan sekaligus ikon harmoni Sulawesi Utara.

Setelah Bukit Kasih, perhatian pemerintah provinsi beralih ke Wisata Alam Sumaru Endo di Desa Leleko, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa. Terletak di kawasan Danau Tondano, Sumaru Endo merupakan pemandian air panas alami yang memiliki nilai historis serta potensi ekonomi signifikan bagi warga sekitar.

Revitalisasi Sumaru Endo dilakukan secara menyeluruh. Kolam pemandian diperbaiki, area bermain anak ditata ulang, bangunan penunjang direnovasi, serta kawasan disusun kembali dengan mempertimbangkan aspek keamanan, kenyamanan, dan estetika. Penataan ini bertujuan menghadirkan pengalaman wisata yang lebih berkualitas sekaligus ramah bagi wisata keluarga.

Perubahan signifikan kini tampak jelas. Sumaru Endo tampil lebih bersih, tertib, dan fungsional, dengan panorama Danau Tondano kembali menjadi daya tarik utama. Revitalisasi ini tidak hanya memulihkan kondisi fisik kawasan, tetapi juga menumbuhkan kembali kepercayaan publik terhadap pengelolaan destinasi wisata daerah.

Dengan revitalisasi yang rampung pada Desember 2025, Sumaru Endo menjadi penanda keseriusan Gubernur Yulius Selvanus dalam membangun pariwisata Sulawesi Utara secara berkelanjutan. Upaya ini menegaskan bahwa pembangunan tidak semata berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada keselamatan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Rangkaian pembenahan dari Bukit Kasih Kanonang hingga Sumaru Endo mencerminkan arah baru kebijakan pariwisata Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Yulius Selvanus—pariwisata yang tertata, bernilai ekonomi, dan berdaya saing. Dengan pengelolaan yang konsisten dan berkesinambungan, Sulawesi Utara kian mantap melangkah sebagai destinasi unggulan di kawasan timur Indonesia.

(tonnymait)