Komando Cepat Gubernur Yulius Selvanus, Pemprov Sulut Bergerak Tangani Banjir Bandang Siau

oleh -1756 Dilihat
oleh
Kondisi pasca banjir bandang melanda Kecamatan Siau Timur, Kabupaten Kepulauan Sitaro

ManadoTEMPO-Kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus langsung diuji saat banjir bandang melanda Kecamatan Siau Timur, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Senin 05 Januari 2026.Tanpa menunggu laporan berjenjang, Gubernur segera mengeluarkan instruksi darurat dan mengerahkan seluruh sumber daya pemerintah provinsi untuk membantu masyarakat terdampak.

Begitu menerima informasi awal bencana, Gubernur Yulius memimpin koordinasi lintas instansi dan memastikan penanganan dilakukan cepat, terarah, dan terukur. Ia menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, saya menyampaikan duka mendalam atas musibah ini. Pemerintah tidak boleh lambat dalam situasi seperti ini. Negara harus hadir dan bekerja cepat untuk rakyat,” tegas Gubernur Yulius.

Sebagai bentuk respon konkret, Gubernur langsung memerintahkan organisasi perangkat daerah terkait untuk menyalurkan bantuan darurat, termasuk alat berat untuk pembersihan material, logistik kebutuhan pokok, perlengkapan bayi dan lansia, pakaian, kasur, serta makanan siap saji. Seluruh bantuan tersebut dipastikansegera bergerak ke lokasi terdampak.

Gubernur juga mengawal langsung koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sitaro, TNI, Polri, dan unsur kebencanaan lainnya. Sinergi ini difokuskan pada percepatan evakuasi korban, pencarian warga yang masih hilang, penanganan korban luka, serta pembukaan kembali akses permukiman yang tertutup material banjir.

“Kita bekerja satu komando. Tidak ada ruang untuk lambat atau saling menunggu. Semua bergerak sesuai tugasnya demi keselamatan masyarakat,” ujar Gubernur menegaskan arah kebijakan penanganan bencana.

Banjir bandang tersebut dipicu hujanberintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sitaro selama berjam-jam. Aliran air yang meluap membawa material batu, tanah, dan kayu, menyebabkan kerusakan serius pada permukiman warga di sejumlah titik Kecamatan Siau Timur.

Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Paniki, Paseng, Bahu, serta Kampung Bumbiha, Peling, Laghaeng, Batusenggo, Beong, dan Salili. Dampak terparah terjadi di kawasan yang berada di sepanjang aliran sungai dan daerah berkontur rendah.

Data sementara mencatat 11 orang meninggal dunia, empat warga masih dalam pencarian, serta 18 orang mengalami luka-luka. Dua korban dengan kondisi luka berat direncanakan dirujuk ke rumah sakit rujukan di Kota Manado untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Untuk memastikan penanganan berjalan optimal, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, sejalan dengan arahan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

(tonnymait)