Komando Gubernur Yulius, Satpol PP Sulut Turun Langsung Kawal Proses Pengiriman Bantuan Banjir Bandang Sitaro

oleh -1599 Dilihat
oleh

ManadoTEMPO-Kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus kembali terlihat nyata dalam penanganan bencana banjir bandang di Kecamatan Siau Timur, Kabupaten Kepulauan Sitaro. Tidak hanya mengeluarkan instruksi dari balik meja, Gubernur turun langsung mengawal proses pengiriman bantuan di Pelabuhan Manado, Senin 05 Januari 2026.

Di pelabuhan, Gubernur Yulius memastikan proses logistik berjalan cepat dan tertib. Ia secara langsung mengawasi personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Sulawesi Utara yang dikerahkan untuk membantu pengangkutan dan penataan bahan bantuan ke atas kapal yang akan disuplai ke wilayah terdampak bencana di Sitaro.

Penguatan personel Satpol PP Provinsi Sulut yang dipimpin Kasat Farly Kotambunan merupakan tindak lanjut dari komando langsung Gubernur Yulius untuk mengerahkan jajarannya sejak tahap persiapan hingga pengawalan distribusi bantuan.

“Dalam kondisi darurat, semua perangkat daerah harus bergerak cepat dan saling mendukung. Saya minta terlibat penuh sejak awal, mulai dari pengamanan, pengangkutan logistik,” tegas Gubernur Yulius di Pelabuhan Manado.

Puluhan personel Satpol PP Provinsi Sulawesi Utara tampak aktif membantu proses bongkar muat, mengangkut bahan bantuan, serta memastikan distribusi berjalan lancar dan aman sebelum kapal bertolak menuju Kabupaten Kepulauan Sitaro.

“Selain personil Pol PP Sulut agar bantuan terdata dan tertib kami juga melakukan koordinasi terkait bantuan kebutuhan yang berada di dermaga Manado, seperti BPBD, Dinas PUPR, dan Dinas Sosial dan SKPD lain, TNI/Polri sebagai bentuk satu komando keseriusan pemerintah provinsi dalam menjawab kebutuhan mendesak warga,” tegas Kotambunan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari respons cepat Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam memastikan kebutuhan mendesak masyarakat terdampak dapat segera tersalurkan, tanpa hambatan birokrasi maupun teknis di lapangan.

Sebelumnya, Gubernur Yulius juga telah menginstruksikan penyaluran berbagai bentuk bantuan darurat, antara lain alat berat untuk pembersihan material, logistik kebutuhan pokokperlengkapan bayi dan lansia, pakaian, kasur, serta makanan siap saji.

Penanganan darurat di lokasi bencana saat ini masih terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sitaro bersama unsur TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat, dengan fokus pada evakuasi korban, pencarian warga yang masih hilang, serta penanganan medis bagi korban luka.

Banjir bandang dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sitaro selama berjam-jam, menyebabkan aliran air bercampur material batu, tanah, dan kayu menerjang permukiman warga di sejumlah titik Kecamatan Siau Timur.

Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Paniki, Paseng, Bahu, serta Kampung Bumbiha, Peling, Laghaeng, Batusenggo, Beong, dan Salili.

Berdasarkan data sementara, bencana tersebut mengakibatkan 11 orang meninggal dunia, empat orang masih dalam pencarian, dan 18 orang mengalami luka-luka, dengan dua korban luka berat direncanakan dirujuk ke rumah sakit di Kota Manado.

Untuk mempercepat penanganan dan pemulihan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, sejalan dengan arahan dan koordinasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

(tonnymait)