Pemprov Sulut Kaji Relokasi Warga Terdampak Bencana Siau

oleh -2827 Dilihat
oleh

ManadoTEMPO-Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mulai mengkaji langkah lanjutan pascabencana banjir bandang dan longsor di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro. Selain penyaluran bantuan logistik dan penanganan medis, perhatian kini diarahkan pada pendataan rumah warga yang terdampak serta kemungkinan pemindahan sementara hingga relokasi permanen.

Gubernur Sulut Yulius Selvanus menegaskan bahwa pendataan rumah-rumah terdampak masih terus berlangsung dan dilakukan secara menyeluruh di lokasi bencana.

“Pendataan rumah-rumah terdampak terus dilakukan. Tim sedang mengkaji apakah perlu dilakukan pemindahan sementara atau relokasi, tentu dengan kajian dan perencanaan yang matang agar langkah yang diambil benar-benar tepat,” ujar Gubernur Yulius, Jumat 09 Januari 2026 disaat melepas bantuan lanjutan untuk korban di Sitaro.

Menurutnya, kebijakan relokasi tidak akan diambil secara terburu-buru. Pemerintah daerah memastikan seluruh keputusan didasarkan pada hasil kajian teknis, aspek keselamatan warga, serta kondisi geografis wilayah terdampak.

Gubernur Yulius menambahkan, sejumlah pemukiman warga mengalami kerusakan berat akibat terjangan banjir bandang dan longsoran batu, sehingga diperlukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan apakah lokasi tersebut masih layak dihuni.

Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Pemerintah tidak ingin warga kembali ke lokasi yang berpotensi membahayakan,” tegasnya.

Sementara proses kajian berlangsung, Pemprov Sulut tetap memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi melalui pengiriman bantuan logistik secara bertahap serta dukungan relawan dan lintas instansi.

Langkah pendataan dan kajian relokasi ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana jangka menengah dan panjang, sekaligus untuk mencegah risiko bencana serupa di kemudian hari.

(tonnymait)