ManadoTEMPO-Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Utara (Sulut) memulai langkah panjang menuju PON Beladiri 2026. Sebagai tuan rumah, Sulut tak ingin sekadar sukses penyelenggaraan.
Targetnya lebih dari itu, adalah prestasi. Di bawah kepemimpinan Brigjen TNI (Purn) Jerry Waleleng, KONI Sulut memilih bekerja lebih awal dengan menyiapkan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Luar bagi cabang-cabang olahraga beladiri.
Keputusan itu mengemuka dalam rapat pembinaan prestasi yang dipimpin Wakil Ketua I KONI Sulut, Santy Luntungan, bersama Sekretaris Umum Magdalena Wullur. Rapat tersebut bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan titik awal penguncian program latihan yang akan dijalani para atlet selama berbulan-bulan ke depan.
Delapan cabang olahraga beladiri masuk dalam skema Pelatda Luar: Muaythai, Hapkido, Tinju, Kick Boxing, Anggar, Mixed Martial Arts (MMA), Kurash, dan Yongmoodo. Dari cabang-cabang itu, 270 atlet diproyeksikan mengisi 135 nomor pertandingan yang akan dipertandingkan pada PON Beladiri 2026.
Koordinator Tim Persiapan Pelatda, Estepanus Palili, menyebut bahwa seluruh keputusan tersebut lahir dari proses yang matang. Sejak Desember lalu, KONI Sulut telah menyatukan pandangan dengan para pengurus cabang olahraga untuk memastikan kesiapan teknis dan arah pembinaan.
“Program Pelatda Luar sudah berjalan sejak Januari 2026. Seluruh cabang sudah mulai melaksanakan latihan sesuai kesepakatan,” kata Palili.
Bagi para atlet, Pelatda Luar berarti lebih dari sekadar rutinitas. Intensitas latihan meningkat, disiplin diperketat, dan target prestasi ditanamkan sejak dini. Setiap sesi latihan menjadi bagian dari proses panjang menuju satu panggung nasional, tempat nama daerah dipertaruhkan.
PON Beladiri 2026 memang masih beberapa waktu lagi. Namun di arena latihan, waktu terasa berjalan lebih cepat. Di sanalah keringat, ketekunan, dan harapan dirajut diam-diam—menunggu saat ketika peluit pertama ditiup, dan kerja sunyi ini akhirnya diuji di hadapan publik.
(tonnymait)
