Anggota Bawaslu RI Herwyn Malonda Jadi Narasumber LTPR Dasar Remaja GMIM Wilayah Tondano 6

oleh -4477 Dilihat

Manadotempo Tondano,  

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Herwyn Malonda, berkesempatan menjadi narasumber dalam kegiatan Latihan Tenaga Pembina Remaja (LTPR) Tingkat Dasar yang diselenggarakan oleh Komisi Pelayanan Remaja GMIM Wilayah Tondano 6. Kegiatan ini berlangsung di GMIM Lembah Kasih Tataaran 2 pada Sabtu (17/1) dan menjadi ruang strategis untuk membahas peran pembinaan remaja dalam menjaga kualitas demokrasi, khususnya bagi pemilih pemula.

Dalam pemaparannya yang mengangkat tema “Membina Remaja GMIM, Menjaga Demokrasi: Kepemimpinan Kristiani bagi Pemilih Pemula Berintegritas”, Herwyn menegaskan bahwa Indonesia tengah memasuki fase bonus demografi yang sangat menentukan arah demokrasi ke depan. Dominasi generasi muda, menurutnya, merupakan peluang besar, namun juga menyimpan risiko jika tidak disertai pembinaan nilai, karakter, dan tanggung jawab kewargaan.

“Gereja tidak hanya membina iman personal, tetapi juga membentuk karakter sosial dan kesadaran demokratis remaja. Demokrasi yang bermartabat membutuhkan pemilih muda yang berintegritas, bukan sekadar aktif secara teknis,” ujar Herwyn.

Ia menekankan bahwa kepemimpinan Kristiani yang berlandaskan semangat melayani menjadi pijakan etis bagi remaja agar tidak haus kuasa, melainkan bertanggung jawab atas setiap pilihan dan tindakannya, termasuk dalam ruang politik dan media sosial. Nilai-nilai seperti melayani, integritas, keberanian moral, kerendahan hati dalam perbedaan, serta akuntabilitas disebut sebagai fondasi penting bagi kepemimpinan demokratis.

Dalam konteks pemilih muda yang sangat aktif di media sosial dan rentan terhadap hoaks, disinformasi, serta politik uang model baru, Herwyn menilai pembina remaja memiliki peran strategis untuk membekali remaja dengan literasi iman, literasi digital, dan literasi demokrasi.

“Pemilu harus dipahami sebagai ujian kejujuran, tanggung jawab, dan kedewasaan iman di ruang publik. Pengawasan partisipatif adalah wujud pelayanan iman—menolak politik uang, tidak menyebarkan hoaks, mengedukasi sesama, serta berani melapor pelanggaran secara etis dan damai,” tegasnya.

Lebih lanjut disampaikan, pembina remaja tidak hanya berperan sebagai pengajar dan pendamping kegiatan, tetapi juga sebagai mentor karakter, penjaga nilai, dan pendidik demokrasi yang bermartabat. Melalui pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan, diharapkan lahir generasi muda GMIM yang beriman, berintegritas, dan bertanggung jawab sebagai warga negara.