23 Tahun Kota Tomohon: Transformasi Ekonomi Digital dan Misi Hilirisasi dari Kaki Gunung Lokon

oleh -4436 Dilihat

BY, Stefy Edwin Tanor, SE, Ak, MM

(Ekonom, FORTRAN)

Manadotempo Tomohon,

Dua Puluh Tiga tahun perjalanan administratif telah dilalui, namun jiwa Kota Tomohon sebagai Kota yang diberkati alam dan kecerdasan warganya telah tumbuh jauh lebih lama. Kota yang diperjuangkan dengan kesungguhan cita dan harapan, maju dan berkembang setara dengan daerah kota lainnya di Indonesia, oleh maesteo politik Tomohon, Jeferson SM Rumayar SE dan kawan-kawan. Rasanya harus tetap berjuang dan tidak boleh berhenti melalui ide dan gagasan pembangunan, agar Tomohon lebih berakselerasi dan memiliki energi dalam pembangunannya.

 

Dihari ulang tahun kota yang kita cintai ini, 27 Januari 2026, kita tidak hanya merayakan bertambahnya usia, tetapi juga momentum “Kebangkitan Ekonomi” yang lebih inklusif. Sebagai rakyat Tomohon, kami melihat Tomohon bukan sekedar barisan perbukitan hijau dan hamparan bunga, melainkan sebuah “mesin ekonomi” potensial yang sedang bertransisi menuju efisiensi tinggi, economiv of scale. Tantangan global memang nyata, tapi dengan fondasi akuntabilitas yang kuat dan manajemen sumber daya yang presisi, Tomohon kini berada diambang transformasi dari kota agraris menuju pusat ekonomi kreatif berbasis pariwisata yang berkelanjutan.

 

MENAKAR DENYUT NADI EKONOMI: ANGKA YANG BERBICARA

 

Secara makro, potret ekonomi Tomohon diawal 2026 menunjukan resiliensi yang membanggakan. Laju Pertumbuhan Ekonomj (LPE) kita diprediksi stabil diangka 5,7%. Angka ini bukan sekedar statistik diatas kertas; ini adalah sinyal bahwa roda produksi dan konsumsi di tingkat rumah tangga terus bergerak positif. Sejalan dengan itu, PDRB per Kapita masyarakat Tomohon terus bergerak naik, mencerminkan peningkatan produktif dimana setiap individu berkontribusi lebih besar terhadap nilai tambah ekonomi daerah, terutama melalui sektor jasa dan perdagangan modern.

 

Salah satu mesin utama pertumbuhan ini adalah Tomohon International Flower Festival (TIFF). Secara ekonometrik, TIFF adalah mesin multipliet effect – efek pengganda, yang luar biasa. Investasi pemerintah dalam pergelaran ini terbukti mampu menarik “capital inflow” yang menghidupkan UMKM dan memperkuat “brand positioning” Kota Tomohon di peta dunia.