SULUT, ManadoTEMPO – Kebijakan perombakan kabinet atau rolling pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang dilakukan oleh Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK) pada Senin, 9 Februari 2026, mendapat tanggapan positif dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ketua Fraksi Partai Gerindra Louis Carl Schramm, SH.MH.
Menurut Louis, langkah rolling jabatan yang menyasar 62 pejabat lintas eselon tersebut bukan sekadar penyegaran birokrasi rutin, melainkan upaya akselerasi untuk memastikan visi dan misi “Sulut Maju” dapat terealisasi tanpa hambatan teknis di lapangan.
Wakil Ketua Komisi IV Bidang Kesra, Louis Schramm, menekankan bahwa tantangan pemerintahan YSK-Victory ke depan akan semakin kompleks, terutama dalam menyelaraskan program daerah dengan kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
”Pemerintahan YSK-Victory menghadapi ekspektasi publik yang sangat tinggi. Kita tidak bisa bekerja dengan ritme lama jika ingin menjaga visi dan misi tetap berjalan sesuai relnya. Rolling ini adalah bentuk evaluasi kinerja sekaligus penempatan ‘the right man on the right place’,” ujar Luis Schramm.
Ia juga menambahkan bahwa para pejabat yang baru dilantik harus memiliki loyalitas ganda: loyalitas terhadap pimpinan dan loyalitas terhadap pelayanan publik.
”Saya berharap pejabat yang baru dilantik tidak terjebak dalam zona nyaman. Tantangan besar menanti, dan keberhasilan visi YSK-Victory sangat bergantung pada seberapa cepat mereka menerjemahkan perintah Gubernur ke dalam aksi nyata yang dirasakan masyarakat,” pungkas Ketua Gerindra Kota Manado ini.
Sebelumnya, dalam pelantikan yang digelar di Wisma Negara Bumi Beringin, Gubernur YSK menegaskan bahwa dirinya tidak akan segan mengambil tindakan tegas bagi pejabat yang kinerjanya tidak optimal. “Siapa yang berkinerja jelek akan ditindak,” tegas YSK dalam arahannya.
(Deasy Holung)
