ManadoTEMPO-Rivalitas klasik sepak bola Sulawesi Utara kembali tersaji. Persmin Minahasa, Persma Manado, dan Persibom Bolaang Mongondow slama ini memang dikenal sebagai tiga kekuatan yang kerap menghadirkan tensi tinggi setiap kali bentrok di Liga Indonesia.
Laga panas yang paling dinanti tentu ketika Persmin Minahasa berhadapan dengan Persibom Bolaang Mongondow. Derby Sulut tersebut tak jarang memantik konflik antar kubu suporter, baik saat digelar di Stadion Gelora Ambang Kotamobagu markas Persibom, maupun di Stadion Maesa Tondano kandang Persmin.
Tapi duel Persmin Minahasa kontra Persma Manado tidak kalah menarik, bentrok dua kubu itu kerap dijuluki Derby Sulut atau Derby Tanah Minahasa, mengingat kedua tim sama-sama berasal dari wilayah Minahasa Raya.
Kini, atmosfer panas itu kembali terasa. Skuadra Manguni Makasiow julukan Persmin Minahasa akan bertandang ke markas Badai Biru julukan Persma Manado, Sabtu 28 Februari 2026, pukul 15.00 WITA, di Stadion Klabat Manado.
Rekam Jejak Pertemuan
Menilik dua pertemuan terakhir pada 2016, Persma Manado tampil superior. Pada babak 6 Besar Zona Sulut, 14 September 2016, Persma menang dua gol tanpa balas atas Persmin. Dominasi berlanjut di partai final Zona Sulut, 24 September 2016, saat Persma mengoyak gawang Persmin lima gol tanpa balas.
Tak hanya itu, laga final Liga Nusantara Zona Sulawesi Utara 2016 antara Persma 1960 vs Persmin di Stadion Klabat diwarnai insiden walk out dari kubu Persmin. Fakta ini membuat duel kali ini sarat bumbu emosional dan potensi tensi tinggi ketimka kick off.
Persmin Siap Tempur
Pelatih Kepala Persmin, Marthen Tao, memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana. Ia menegaskan timnya dalam kondisi siap, baik secara taktik maupun mental bertanding.
“Persiapan yang kami bangun selama ini pasti akan diterapkan di pertandingan nanti. Ada strategi yang menjadi kejutan saat melawan Persma. Yang pasti, Persmin siap bertanding,” tegas Tao.
Persmin bukan tim sembarangan. Mereka pernah menembus semifinal Divisi Utama Liga Indonesia 2006, serta mencatat prestasi di Liga 3 Sulut dengan gelar juara pada 2018 dan 2021, serta runner-up 2019.
Era Baru Badai Biru
Di sisi lain, Persma Manado kini hadir dengan manajemen baru. Presiden Harvani Boki, Sekretaris Samuel Patabang, Manajer Christian Yokung, serta Pelatih Kepala Feryandes Rozialta menjadi motor kebangkitan tim.
Feryandes yang sebelumnya melatih KS Tiga Naga (2019–2023) mengandalkan skema pakem 4-3-3 yang fleksibel bertransformasi. Strategi ini menuntut disiplin tinggi, kecerdasan membaca permainan, serta transisi cepat, dengan gelandang bertahan sebagai poros utama.
Ia juga memberi kepercayaan besar kepada pemain senior Ferdinand Sinaga. Pengalaman dan ketenangan “Si Naga” menjadi panutan bagi pemain muda. Sejumlah gol telah ia sarangkan dalam laga uji coba dan turut membawa kemenangan bagi Persma.
Dalam laga pemanasan terakhir, Persma mencukur Panther FC dengan skor telak 9-0. Hasil tersebut menjadi bagian penting dalam pemantapan komposisi inti tim jelang Liga IV.
“Fase uji coba sangat krusial untuk menentukan komposisi inti. Kami ingin tim benar-benar siap secara taktik dan mental,” ujar Feryandes.
Perhatian Khusus Gubernur
Badai Biru juga mendapat perhatian khusus dari Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE. Dalam beberapa kesempatan, Gubernur tampak hadir langsung di Stadion Klabat untuk memantau perkembangan tim.
Kehadiran orang nomor satu di Sulut itu menjadi motivasi tambahan bagi skuad Persma yang tengah menjalani fase pemantapan menuju kompetisi resmi.
“Persma Manado memiliki sejarah dan kebanggaan bagi daerah ini. Terus jaga semangat, bermain dengan sportivitas, dan tunjukkan kemampuan terbaik di setiap pertandingan,” pesan Gubernur.
(tonnymait)
