Ekonomi Sulut Makin Kuat, PDRB 2025 Tembus Rp204,75 Triliun

oleh -1546 Dilihat
oleh

ManadoTEMPO-Kinerja ekonomi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan tren positif. Berdasarkan publikasi Sulawesi Utara Dalam Angka 2026, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulut tahun 2025 atas dasar harga berlaku resmi menyentuh angka Rp204,75 triliun.

Angka tersebut meningkat dibanding tahun 2024 sebesar Rp187,37 triliun dan tahun 2023 yang tercatat Rp171,97 triliun. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan juga mengalami kenaikan dari Rp102,07 triliun pada 2023, menjadi Rp107,58 triliun di 2024, dan mencapai Rp113,66 triliun pada 2025.

Kenaikan ini memperlihatkan bahwa pertumbuhan ekonomi Sulut tidak hanya meningkat secara nominal, tetapi juga secara riil.

Selain total PDRB, indikator kesejahteraan masyarakat juga menunjukkan tren menggembirakan. PDRB per kapita atas dasar harga berlaku pada 2025 tercatat sebesar Rp75,24 juta per tahun. Angka ini naik signifikan dibandingkan tahun 2024 yang berada di posisi Rp69,35 juta per tahun.

Pertumbuhan tersebut didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi Sulut tahun 2025 yang tetap stabil di angka 5,66 persen. Capaian ini menegaskan bahwa ekonomi daerah tidak hanya tumbuh besar, tetapi juga relatif kokoh dan berdampak terhadap peningkatan rata-rata pendapatan masyarakat.

Dengan capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara optimistis tren pertumbuhan ekonomi akan terus terjaga, sejalan dengan berbagai program pembangunan dan penguatan sektor-sektor produktif di daerah.

Berikut adalah sektor-sektor vital pendukung utama ekonomi Sulut pada periode 2025-2026:

1. Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (Dominan)

Peran: Sektor ini merupakan tulang punggung utama perekonomian Sulut dengan kontribusi PDRB mencapai 21,05% pada triwulan II-2025.

Komoditas Utama: Kakao, kelapa, dan perikanan tetap menjadi penopang utama.

Fokus 2025-2026: Penguatan sektor ini difokuskan pada swasembada pangan dan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis.

2. Industri Pengolahan (Pertumbuhan Tinggi)

Peran: Mengalami pertumbuhan sangat pesat (mencapai 12,76% yoy pada Q2-2025).

Fokus: Pengolahan hasil pertanian dan perikanan, serta pengembangan industri halal yang terintegrasi dengan sektor pariwisata.

3. Sektor Transportasi, Pergudangan, dan Pariwisata

Peran: Menjadi pendorong utama pertumbuhan seiring peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik.

Penggerak: Transportasi dan pergudangan tumbuh 9,58% pada awal 2025. Pembukaan rute internasional baru dan peningkatan investasi, terutama dari Singapura, memacu sektor ini.

4. Konstruksi dan Real Estate

Peran: Pertumbuhan infrastruktur yang signifikan (konstruksi sempat tumbuh 20,95% pada Q3-2025) menjadi penopang PDRB.

Fokus: Real Estate tumbuh tinggi (9,93% pada Q2-2025), menunjukkan geliat aktivitas investasi properti.

5. Konsumsi Rumah Tangga

Peran: Sebagai komponen utama pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi, terutama saat hari besar keagamaan dan libur akhir tahun

(tonnymait)