ManadoTEMPO-Kinerja ekspor Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang dikomandoi Gubernur Yulius Selvanus dan Wagub Victor Mailangkay menunjukkan lonjakan signifikan.
Sepanjang 2025, nilai ekspor daerah ini tercatat mencapai US$1.236,40 juta atau sekitar US$1,23 miliar. Angka tersebut meningkat 48,31 persen dibandingkan tahun 2024.
Data dalam publikasi Sulawesi Utara Dalam Angka 2026 mencatat, pada 2023 nilai ekspor Sulut berada di angka US$888,63 juta, kemudian sedikit menurun menjadi US$833,68 juta pada 2024. Namun pada 2025, ekspor melonjak tajam hingga menembus angka di atas satu miliar dolar AS.
Lonjakan ini menjadi bukti bahwa komoditas unggulan Sulut semakin diminati di pasar internasional.
Tiga negara tujuan ekspor terbesar Sulut pada 2025 yakni Tiongkok dengan nilai US$282,01 juta, Belanda sebesar US$267,74 juta, dan Filipina mencapai US$218,49 juta. Ketiga negara ini menjadi pasar utama produk-produk asal Bumi Nyiur Melambai.
Dari sisi komoditas, lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) mendominasi dengan nilai ekspor sebesar US$873,79 juta. Disusul komoditas ikan, krustasea, dan moluska (HS 03) senilai US$95,79 juta, serta olahan dari daging, ikan, krustasea, dan moluska (HS 16) sebesar US$69,87 juta.
Capaian ini mencerminkan kekuatan sektor perikanan dan industri pengolahan berbasis sumber daya alam yang menjadi tulang punggung ekspor Sulut.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara optimistis tren positif ini akan terus berlanjut seiring upaya peningkatan kualitas produk, perluasan pasar, serta penguatan daya saing komoditas lokal di tingkat global.
(tonnymait)
