SULUT, ManadoTEMPO – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara, yang duduk di Komisi II Bidang Perekonomian, Normans Luntungan, S.T., M.Eng.angkat bicara mengenai tren kenaikan harga kebutuhan pokok di wilayah Sulawesi Utara belakangan ini. Norman menengarai salah satu penyebab utama di balik kondisi tersebut adalah minimnya ketersediaan kontainer atau peti kemas untuk distribusi logistik.
Menurut Norman, keterbatasan armada angkut ini menciptakan efek domino pada rantai pasok. Ketika jumlah kontainer tidak sebanding dengan volume barang yang harus didistribusikan, biaya logistik membengkak dan operasional distribusi menjadi terhambat.
”Masalah ini serius. Minimnya kontainer membuat arus barang masuk dan keluar Sulawesi Utara terhambat. Hukum ekonomi berlaku; ketika biaya distribusi naik atau barang sulit didapat, maka harga di tingkat konsumen pasti ikut melonjak,” ujar Norman saat ditemui di Gedung DPRD Sulut, Senin, 2 Maret 2026.
Politikus ini menekankan bahwa pemerintah daerah dan instansi terkait tidak boleh menutup mata terhadap masalah infrastruktur logistik ini. Ia menerima banyak keluhan dari para pelaku usaha mengenai sulitnya mendapatkan slot peti kemas, yang berujung pada penumpukan stok di gudang asal atau keterlambatan pengiriman barang esensial.
Norman Luntungan meminta Pemerintah Propinsi untuk segera melakukan intervensi. Ia khawatir jika masalah ini dibiarkan berlarut-larut, inflasi daerah akan sulit terkendali dan memukul daya beli masyarakat kecil.
”Kita tidak ingin masyarakat yang menanggung beban paling berat. Pemerintah harus segera duduk bersama dengan otoritas pelabuhan dan penyedia jasa logistik untuk mencari jalan keluar jangka pendek maupun jangka panjang,” pungkasnya.
Legislator dapil Nusa Utara yang terkenal Vokal ini meminta agar Pemerintah memberikan kebijakan kemudahan dalam pengurusan ijin untuk pendirian pabrik.
(Deasy Holung)
