ManadoTEMPO-Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, turun langsung meninjau lokasi terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,6 di Manado, Jumat 03 April 2026.Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan darurat berjalan optimal di lapangan.
Dalam peninjauan tersebut, Kepala BNPB didampingi jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, termasuk Kepala BPBD Sulut, Adolf Tamengkel, yang secara langsung memaparkan kondisi terkini serta langkah-langkah strategis yang telah dilakukan pemerintah daerah sejak gempa terjadi.
Lokasi yang dikunjungi meliputi kawasan Gedung KONI-Hall B dan permukiman warga terdampak. Di sana, Suharyanto berdialog dengan warga yang menceritakan kepanikan saat gempa terjadi hingga menyebabkan korban jiwa akibat tertimpa reruntuhan bangunan. BNPB juga menyalurkan bantuan logistik berupa kebutuhan dasar bagi warga terdampak dan korban luka.
Adolf Tamengkel menjelaskan, sejak detik awal gempa, sesuai instruksi Gubernur Yulius Selvanus, BPBD bersama tim gabungan langsung bergerak cepat dengan mengaktifkan sistem tanggap darurat.
“Kami segera melakukan pendataan korban di seluruh rumah sakit serta inventarisasi kerusakan fasilitas publik. Semua dilakukan secara real-time agar penanganan bisa cepat dan tepat sasaran,” ujar Tamengkel.
Di bawah arahan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay, tim gabungan dikerahkan ke sejumlah wilayah terdampak seperti Manado, Bitung, Tomohon, hingga Kabupaten Minahasa.
Pendataan korban dan kerusakan terus dikebut. Laporan awal mencatat sejumlah fasilitas publik terdampak, mulai dari kantor pemerintahan, rumah sakit, rumah ibadah, hingga permukiman warga.
Untuk memastikan kendali situasi, Pemprov Sulut langsung mengaktifkan Posko Tanggap Darurat dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) sebagai pusat komando yang memantau perkembangan secara real-time. Koordinasi intensif juga dilakukan bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), BNPB, BPBD kabupaten/kota, serta unsur TNI dan Polri.
Selain itu, pemerintah daerah menginstruksikan evakuasi warga di wilayah pesisir dan rawan ke titik aman, sekaligus menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi gempa susulan.
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Suharyanto menegaskan bahwa pemerintah pusat telah hadir sejak awal untuk mendampingi pemerintah daerah, sesuai arahan Prabowo Subianto.
“Kami memastikan seluruh dukungan, baik logistik, manajerial, maupun pendanaan, akan diberikan secara maksimal,” tegasnya.
Data sementara BNPB mencatat satu korban meninggal dunia dan puluhan rumah warga mengalami kerusakan. Sementara itu, BMKG melaporkan telah terjadi 401 gempa susulan dengan tren kekuatan yang terus menurun.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemprov Sulut tengah mempersiapkan penetapan status tanggap darurat tingkat provinsi guna mempercepat penanganan dan pemulihan pascabencana.
Usai peninjauan di Manado, Kepala BNPB melanjutkan kunjungan ke rumah duka korban meninggal dunia di Desa Tateli, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa. Selain menyampaikan belasungkawa, BNPB juga menyerahkan santunan kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian pemerintah.
“Pemprov Sulut menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan keselamatan warga sebagai prioritas utama, sekaligus mempercepat proses pemulihan di seluruh wilayah terdampak,” tegas Tamengkel.
(tonnymait)
