ManadoTEMPO-Momentum perayaan Paskah 2026 dimaknai sebagai ajakan refleksi sekaligus penguatan nilai-nilai kebersamaan oleh Gerakan Muda Pembaharu (GEMPAR) Indonesia, DPD Sulawesi Utara, yang merupakan organisasi binaan Hasjim Djojohadikusumo.
Ketua DPD GEMPAR Sulut, Ovel Mait, menegaskan bahwa Paskah bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum untuk membangkitkan semangat pengorbanan, kasih, dan kepedulian terhadap sesama.
“Paskah mengajarkan kita tentang arti pengorbanan dan kemenangan atas tantangan kehidupan. Ini menjadi panggilan bagi kita semua, khususnya generasi muda, untuk terus hadir membawa harapan dan solusi di tengah masyarakat,” ujar Ovel.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Sulawesi Utara untuk menjaga persatuan dan mempererat solidaritas sosial di tengah berbagai dinamika yang ada.
Senada dengan itu, Sekretaris DPD GEMPAR Sulut, Acindra Kapita, menekankan pentingnya menjadikan Paskah sebagai titik balik dalam membangun karakter yang lebih peduli dan berintegritas.
“Momentum Paskah harus dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen kita dalam membangun daerah, dengan mengedepankan nilai kejujuran, kerja keras, dan kepedulian sosial. Ini penting agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku perubahan,” ungkapnya.
Sementara itu, Bendahara DPD GEMPAR Sulut, Juan Wangko, menyampaikan bahwa semangat berbagi menjadi salah satu esensi utama dalam perayaan Paskah.
“Paskah mengingatkan kita untuk tidak hanya berfokus pada diri sendiri, tetapi juga berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Kepedulian sosial harus terus ditumbuhkan sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat,” tutur Juan.
DPD GEMPAR Sulut berharap melalui perayaan Paskah 2026, seluruh masyarakat dapat semakin mempererat tali persaudaraan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah yang lebih baik dan harmonis.
(tonnymait)
