GEMPAR Banten Kawal Kasus Penyegelan, Ibadah Paskah POUK Tesalonika Akhirnya Tetap Dilaksanakan

oleh -1658 Dilihat
oleh

ManadoTEMPO-Kisruh demonstrasi yang berujung pada penyegelan Gedung Yayasan POUK Tesalonika Tangerang mendapat perhatian serius dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Muda Pembaharu (GEMPAR) Indonesia Provinsi Banten.

Ketua DPD GEMPAR Indonesia Banten, Gervando, turun langsung ke lokasi untuk mengawal situasi yang berkembang. Ia didampingi jajaran pengurus GEMPAR Banten, termasuk Ady Manulang, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk Bupati Tangerang, dan aparat keamanan dari unsur TNI/Polri setempat.

Kehadiran Gervando bersama rombongan bertujuan memastikan penanganan persoalan berjalan adil, transparan, dan tidak memicu konflik berkepanjangan. GEMPAR juga berupaya menjembatani komunikasi antara pihak yayasan, aparat, dan masyarakat yang terlibat dalam aksi demonstrasi.

“Kami hadir untuk mengawal langsung situasi ini agar tetap kondusif serta memastikan semua pihak mendapatkan keadilan. Jangan sampai persoalan ini memicu gesekan sosial yang lebih luas,” ujar Gervando.

Ia menegaskan bahwa pihaknya mendukung penegakan aturan, namun harus mengedepankan pendekatan humanis dan menghormati hak beribadah setiap warga negara.

Seperti diketahui, insiden bermula usai pelaksanaan ibadah Jumat Agung yang berlangsung aman. Situasi kemudian memanas saat muncul rencana penyegelan gedung oleh Satpol PP dengan alasan keamanan, yang memicu aksi demonstrasi hingga akhirnya dilakukan penyegelan, pencabutan spanduk, serta perobohan papan nama yayasan.

Namun demikian, perkembangan positif terjadi pada perayaan Paskah. Puji Tuhan, ibadah Paskah jemaat POUK Tesalonika tetap dapat dilaksanakan dengan aman dan lancar.

Pelaksanaan ibadah dialihkan ke Kantor Kecamatan lama Kabupaten Tangerang, sesuai hasil diskusi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin langsung oleh Bupati Tangerang. Keputusan tersebut diambil sebagai solusi sementara demi menjaga kondusivitas serta menjamin umat tetap dapat menjalankan ibadahnya.

GEMPAR Banten mengapresiasi langkah cepat Forkopimda yang dinilai mampu meredam ketegangan serta menghadirkan solusi yang mengedepankan toleransi dan stabilitas daerah.

Gervando menegaskan, pihaknya akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan mendorong dialog terbuka antar semua pihak guna mencari solusi permanen yang adil, serta menjaga kerukunan antarumat beragama di wilayah Tangerang.