SULUT, ManadoTEMPO – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-100 Pemuda Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) tahun 2026 ini menjadi momentum refleksi mendalam bagi seluruh kader di Tanah Minahasa dan sekitarnya. Di tengah sukacita satu abad ini, apresiasi dan harapan besar datang dari sosok yang tumbuh besar dalam rahim organisasi ini, Melky Jakhin Pangemanan (MJP).
Sebagai tokoh yang memiliki rekam jejak panjang di pelayanan—mulai dari Ketua Pemuda tingkat Jemaat, Ketua Pemuda Wilayah, hingga dipercayakan sebagai Anggota Majelis Pekerja Lengkap (MPL) Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI)—Melky Pangemanan menyampaikan pesan yang selaras dengan semangat perjalanan 100 tahun ini.
Menghidupi Tema “Dari Iman, Melalui Kasih, Menjadi Terang”
Melky menekankan bahwa tema perayaan tahun ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah instruksi bagi setiap pemuda untuk bergerak di tengah masyarakat.
”Sesuai tema kita, pergerakan kita harus berlandaskan iman yang kokoh. Namun, iman tanpa kasih itu pasif. Melalui kasihlah kita bisa bertransformasi menjadi terang yang sesungguhnya bagi sesama,” ujar sosok yang dikenal vokal menyuarakan aspirasi masyarakat ini.
Dalam penyampaiannya, Melky menyoroti tiga poin utama yang harus dipegang teguh oleh Pemuda GMIM di usia emas satu abad:
Obor Pembangunan: Pemuda bukan sekadar penonton sejarah, melainkan bahan bakar utama pembangunan daerah dan bangsa. Di era disrupsi, integritas kristiani harus menjadi identitas utama.
Pelayanan Tanpa Batas: Belajar dari pengalamannya di MPL PGI, Melky mengingatkan pentingnya oikumenisme dan kepedulian sosial yang melintasi batas-batas organisasi.
Menutup pernyataannya, Melky Jakhin Pangemanan mengucapkan selamat merayakan hari bersejarah bagi seluruh pemuda yang tersebar di berbagai wilayah pelayanan.
”Selamat dan sukses HUT ke-100 Pemuda GMIM. Teruslah menyala sebagai Obor Pembangunan. Mari kita buktikan bahwa pemuda GMIM mampu membawa perubahan positif di mana pun Tuhan menempatkan kita. Tuhan Yesus memberkati,” kuncinya.
(Deasy Holung)
