SULUT, ManadoTEMPO – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sulawesi Utara, Pricillya Cindy Wurangian, MBA, kembali turun ke tengah masyarakat dalam agenda Reses I Masa Persidangan Kedua Tahun 2026. Legislator vokal yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi IV DPRD Sulut ini menjemput langsung aspirasi warga di Daerah Pemilihan (Dapil) Minahasa Utara dan Bitung sepanjang Maret 2026.
Dalam rangkaian pertemuan tersebut, srikandi beringin ini dibanjiri usulan yang didominasi oleh upaya pemulihan ekonomi keluarga dan perbaikan infrastruktur pemukiman.
Fokus Pemberdayaan Ekonomi & KUBE.
Menanggapi kebutuhan warga, Cindy mencatat tingginya permintaan bantuan untuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Warga berharap adanya intervensi pemerintah untuk berbagai sektor usaha, di antaranya, Peralatan Usaha berupaTata boga, katering, pertukangan, menjahit, hingga usaha sewa tenda.
Usaha Perorangan, bantuan peralatan kerja sesuai spesifikasi keahlian masing-masing warga, Sektor Pertanian & Peternakan berupa Pengadaan bibit ternak, mesin jagung, hingga mesin pangkas rumput.
Sebagai Sekretaris Komisi IV yang membidangi kesejahteraan rakyat, Cindy memberi perhatian khusus pada sektor pendidikan dan kesehatan. Aspirasi yang masuk meliputi: Beasiswa Bantuan studi untuk jenjang S1 dan S2, serta bantuan khusus bagi anak usia sekolah (SMP dan SMA).
Peningkatan fasilitas di SMK Pelita Bahari.
Demikian dibidang kesehatab Permintaan bantuan kursi roda, kacamata, serta evaluasi pelayanan BPJS.
”Kami menerima keluhan terkait BPJS, di mana pasien sering diminta pulang sebelum pulih sepenuhnya (baru menginap 5 hari sudah disuruh pulang) dan masalah ketersediaan obat yang tidak ter-cover penuh. Ini akan menjadi catatan kritis kami di Komisi IV,” tegas Cindy ketua Golkar Bitung.
Warga di wilayah Girian secara spesifik meminta perbaikan infrastruktur dasar untuk mengantisipasi bencana dan kenyamanan lingkungan, seperti Pembangunan tanggul penahan longsor di area pemukiman Girian.
Perbaikan jalan pemukiman, pembuatan jalan paving, dan penambahan lampu jalan.
Sementara itu, bagi masyarakat pesisir dan nelayan, kebutuhan alat tangkap menjadi aspirasi utama, mulai dari mesin tempel, perahu katinting, coolbox, hingga bagan tangkap.
Selain bantuan fisik, warga juga mengharapkan adanya Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (RTLH) serta dukungan untuk bidang kepemudaan, olahraga, dan pelatihan keterampilan kerja.
Cindy Wurangian menegaskan bahwa seluruh aspirasi ini telah dicatat secara detail dan akan diperjuangkan dalam rapat paripurna laporan hasil reses untuk kemudian disinkronkan dengan program kerja Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
”Semua usulan, baik itu infrastruktur di Girian maupun bantuan alat tangkap untuk nelayan, adalah prioritas. Kami akan memilah mana yang menjadi kewenangan Provinsi dan mana yang akan kami koordinasikan dengan Pemerintah Kota/Kabupaten agar bantuan tepat sasaran,” tutup politisi senior Golkar tersebut.
(Deasy Holung)
