SULUT, ManadoTEMPO- Gerakan Pemuda Ansor Sulut, terus bergerak seirama dan selaras bersinergi dengan Presiden Prabowo lewat Visi dan Misi dan juga dengan Pemerintah Sulut Gubernur , Mayjen TNI Purn Yulius Selvanus dan Wagub Dr.Viktor Mailangkai guna mewujudkan Kemandirian Ekonomi terlebih khusus Ketahanan Pangan.
Bersama dengan Ansor University sebagai platform pendidikan digital memadukan pendekatan akademik dan praktik lapangan. lPlatform ini menyelenggarakan berbagai program pelatihan, kursus daring (online learning), sertifikasi, hingga seminar nasional dan internasional, yang semuanya diarahkan untuk meningkatkan kapasitas intelektual dan kompetensi teknis para kader.
Berbekal kemampuan ini, maka para kader terlatih akan terus mengembangkan jaringan untuk kemudian melatih pemuda, bahkan juga Para Petani didaerah ini untuk bisa meciptakan ketahanan pangan serta produktifitas,” demikian dijelaskan Ketua PW GP Ansor Sulut, Muliadi Paputungan, SAP saat dimintai tanggapan terkait kontribusi GP Ansor Sulut terhadap pemerintah terlebih didaerah ini.
Lebih jauh Legislator Dewan Sulut ini menyatakan bahwa, pihaknya membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah Propinsi serta Pemerintah yang ada di 12 Kab/Kota, guna mengarahkan program program yang berbasis ketahanan pangan dan peningkatan produktivitas.
” Kita bangun komunikasi dengan pemerintahan YSK-Vikktory, juga Kab/Kota agar kita mampu ciptakan ketahanan pangan, di wilayah kita,” ujarnya
Tambah Muliadi, legislator PKB dari Fraksi Gerindra ini, Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan bahan makanan, tetapi juga mencerminkan kemandirian, keberlanjutan, dan keadilan dalam pembangunan.
“Kehadiran GP Ansor sebagai elemen pemuda, keagamaan, dan sosial kemasyarakatan sangat strategis untuk terus bersinergi dengan pemerintah,” ujar Muliadi, Senin, 25 Agustus 2025.
Saat disinggung mengenai kondisi yang sering dihadapi dan dikeluhkan petani terkait masalah ketersediaan bibit dan pupuk serta alat pertanian.
Menurut Muliadi, anggota Komisi I Dewan Sulut ini, pihaknya membangun komunikasi lewat GP Ansor pusat dengan pemerintah termasuk didaerah guna mengatasi masalah ini. Meski diakuinya masalah mendasar yakni basis data yang terkadang belum jelas.
” Contoh data petani yang ada, kemudian kebutuhan berapa banyak, ini yang sering kali menjadi kendala,” tandasnya.
(Deasy Holung)
