Bawaslu RI Gelar Kuliah Umum di UNIMA, Bahas Pengawasan Pemilu Berkelanjutan Berbasis IT dan Big Data

oleh -5499 Dilihat

Manadotempo Minahasa.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia menggelar Kuliah Umum Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 di Universitas Negeri Manado (UNIMA), Selasa 10 Februari 2026, bertempat di Aula Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik UNIMA.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pembukaan Semester Genap Fakultas Teknik UNIMA yang mengusung semangat “Mari Torang Samua”, sebagai ajakan membangun semangat baru dan komitmen bersama dalam menjalani proses akademik secara optimal.

Kuliah umum tersebut menghadirkan Dr. Herwyn J. H. Malonda, M.Pd., M.H., Anggota Bawaslu RI Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Diklat, sebagai narasumber utama dengan tema “Pengawasan Pemilu Berkelanjutan: Green Election, Pemanfaatan IT dan Big Data.” didampingi oleh moderator Toar Pangkey yang juga adalah koordinator Prodi Teknik Sipil fakultas Teknik.

Turut hadir dan memberikan dukungan dalam kegiatan ini Dekan Fakultas Teknik UNIMA, Dr. Hendro M. Sumual, S.T., M.Eng., M.Pd. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan (tendik) civitas akademika Fakultas Teknik UNIMA.
Dalam pemaparannya, Dr. Herwyn Malonda menegaskan pentingnya transformasi pengawasan pemilu yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Konsep Green Election, menurutnya, menjadi solusi strategis untuk mewujudkan pemilu yang ramah lingkungan, efisien, dan bertanggung jawab.

Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi dan big data dinilai sangat penting dalam memperkuat sistem pengawasan pemilu, mulai dari pemetaan kerawanan, pencegahan pelanggaran, hingga pengambilan kebijakan berbasis data yang akurat dan transparan.

“Kampus dan generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun demokrasi yang berintegritas melalui pemanfaatan teknologi dan peningkatan literasi kepemiluan,” ujar Malonda.

Melalui kuliah umum ini, diharapkan sinergi antara Bawaslu dan perguruan tinggi semakin kuat dalam mencetak generasi intelektual yang kritis, berintegritas, serta berkontribusi aktif dalam pengawasan pemilu dan penguatan demokrasi di Indonesia.