ManadoTEMPO-Tahun 2025 menjadi babak baru bagi dunia olahraga di Sulawesi Utara dengan terjadinya transisi kepemimpinan besar dan pelaksanaan ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi.
Era baru kepemimpinan (Mei 2025) menjadi momen paling krusial, di mana tongkat estafet kepemimpinan KONI Sulut resmi berpindah.
Brigjen TNI (Purn) Bonifacius Jerry Waleleng, SE resmi dilantik sebagai Ketua Umum KONI Sulut periode 2025–2029 oleh Ketum KONI Pusat, Marciano Norman.
Kepengurusan baru ini didukung penuh oleh jajaran Forkopimda, dengan Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay sebagai Pelindung.
Namun dibalik suport penuh Pemprov Sulut ada visi utama, target ambisius dicanangkan, yaitu membawa kontingen Sulawesi Utara menembus 10 Besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) NTB/NTT mendatang.
Ketum KONI Jerry Waleleng pun langsung sambut tantangan dan tancap gas melalui penataan struktur kepengurusan KONI Sulut yang diawali konsolidasi strategis yakni Rakerprov 2025 (Juni 2025) pasca pelantikan.
Dilanjutkan dengan fokus pembinaan seperti penekanan pada sertifikasi pelatih standar nasional dan internasional serta program kaderisasi atlet sejak dini.
Tidak ketinggalan penguatan database atlet dan pelatih untuk memastikan pembinaan yang lebih terukur.

Bertepatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Sulut 2025 medio November lalu yang adalah puncak kegiatan olahraga di Sulawesi Utara tahun ini yang dipusatkan di Kota Manado.
“Peningkatan prestasi dan seleksi atlit untuk menatap ivent nasional melalui pekan olahraga dimulai dari tingkat Kota atau Kabupaten dan berlanjut ke Porprov untuk persiapan ke pra PON dan PON. Artinya, pembinaan atlet berjalan dengan baik agar mendapatkan hasil sesuai target. Apalagi Gubernur Sulut menaruh perhatian lebih untuk prestasi atlet,” ungkap Ketum KONI Sulut Jerry Waleleng, Senin 15 Desember 2025 diruang kerjanya.
Untuk itu lanjut Waleleng, KONI Sulut tentunya bertanggung jawab akan hasil dan prestasi olahraga di Sulut. Karena itu, KONI Sulut mulai memetakan potensi atlet pasca-Porprov untuk dikirim ke ajang nasional.
“Partisipasi aktif atlet Sulut di ajang nasional seperti di Kudus serta persiapan Sulut yang ditunjuk menjadi tuan rumah untuk beberapa cabang bela diri di masa mendatang, sangat membantu KONI melihat potensi atlet,” tambah Waleleng yang didampingi Sekum KONI Sulut Magdalena Wullur.
APRESIASI KOMITMEN GUBERNUR
Suksesnya, Kontingen Sulut di PON Beladiri, Kudus serta Porprov XII hingga berhasil melobi dan dipercaya menjadi tuan rumah PON Beladiri 2026 nanti, Ketua KONI Jerry Waleleng mengakui hal itu terjadi karena komitmen dan perhatian serius Gubernur Yulius terhadap pengembangan olahraga di Sulawesi Utara.

“Apresiasi yang tinggi kepada Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling. Kepedulian Gubernur terhadap olahraga tidak hanya sebatas pernyataan, melainkan dibuktikan melalui langkah-langkah nyata di lapangan antaranya, fasilitas olahraga yang terbengkalai dibangun kembali,” terang Jerry Waleleng.
Ia juga mengungkapkan bahwa Gubernur Yulius telah menyatakan komitmennya untuk melakukan renovasi Gedung KONI Sulut beserta fasilitas pendukung lainnya.
Hal tersebut dinilai sangat penting dalam menunjang pembinaan atlet dan peningkatan prestasi olahraga Sulawesi Utara.
“Renovasi Gedung KONI dan fasilitasnya tentu akan berdampak besar bagi pembinaan atlet. Ini bentuk perhatian nyata Gubernur terhadap masa depan olahraga Sulut,” ujar Waleleng mengapresiasi langkah Gubernur Yulius menghidupkan kembali Persma Manado, klub sepak bola kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara.
Terkait Persma Manado, Jerry Waleleng menjelaskan bahwa proses seleksi pemain sangat terbuka dan transparan, hingga pemain-pemain terbaik dari liga nasional dihadirkan, dan ini semua berkat dukungan penuh dari Gubernur Sulut.
(tonnymait)
